Pengalaman Menulis di IDN Times

 Pengalaman menulis di IDN Times - Hai sebelumnya terimakasih ya telah mampir ke blog saya. Kali ini saya pingin membahas pengalaman saya menulis di IDN Times. Lucu juga sih kalau saya menulis artikel ini melihat saya baru menerbitkan 3 artikel saja di IDN Times.

Pengalaman Menulis di IDN Times

 

Mungkin buat teman teman yang suka menulis dan membaca pasti tidak asing lagi ya kan dengan situs yang satu ini. Yups, IDN Times merupakan salah satu platform besar di Indonesia yang mau membayar anggotanya yang berhasil menerbitkan artikel.

Untuk sistem penghasilannya sendiri IDN Times memberikan RP.1,- Untuk setiap satu views nya. dengan sistem convert view menjadi point, nah nanti point tersebut akan bisa kalian tukar dengan uang dan langusng ditransfer ke rekening kalian. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai reward point dari IDN Times bisa kalian lihat langsung di situs resmiIDN Times.

Karena saya ingin membahas pengalaman menulis di IDN Times, jadi untuk penjelasan teknis dan peraturan alngkah baiknya jika kalian langsung membaca di situs mereka secara lansung. Oke baiklah, langsung saja ya menuju ke pembahas utama.

Awal mula saya menulis di IDN Times memang sudah dari lama saya suka membaca artikel dari sana. Saya sering menemukan artikel-artikel menarik dengan gaya pembahasan yang ringkas dan padat. Itu sangat cocok untuk saya yang terkadang malas membaca artikel panjang.

Jadi di sana artikelnya kebanyakan bermodel listichle atau berbentuk point-point. Jadi di setiap point ada isi sub judul, gambar dan paragraf penjelas.

Pengalaman menulis di IDN Times
Tampilan Dashboard akun saya di IDN Times

Nah, saat awal tahun 2020 saya baru tahu kalau ternyata di IDN Times itu kita bisa mendapatkan uang dengan mengirim artikel. Langsung saja saya babat habis itu, saya buat ya kira kira ada 10 sampai 20a artikel yang saya terbitkan. Dan alhasil tidak ada satu pun artikel saya yang lolos.

Namun saya tidak menyerah, dalam niatan saya ya minimal satu lah yang lolos meskipun nanti ga bakal bisa withdraw kalau artikel saya yang lolos hanya satu. Tapi minimal ada yang lolos itu saja sudah cukup.

Akhirnya saya mengirim beberapa artikel lagi sekitaran awal april, dan ya itu semua berbuah manis. Jadi tanggal 11 april 2020 ada satu artikel saya yang lolos. Saya merasa sangat senang sekali wkwkwk, kemudian lanjut selang tiga hari saya mengirim beberapa artikel lagi dan ada dua artikel saya yang lolos.

Dan lagi lagi saya sangat bersemangat untuk menambah pundi pundi penghasilan saya, dan saya terus mengirim artikel artikel lainnya. Dan ya nasib baik masih belum berpihak. Sampai satu tahun pun masih tiga artikel  saja yang berhasil terbit.

Namun, jika kalian memiliki keahlian menulis yang hebat bisa jadi IDN Times akan menjadi ladang penghasilan bagi kalian. Banyak kok di sana yang berhasil melakukan penarikan setiap bulannya dengan nominal di atas satu juta perbulan. Lumayan kan.

Mungkin itu saja sharing pengalaman menulis di IDN Times yang bisa saya sampaikan, ya memang belum banyak sih yang saya rasakan saat menulis di sana. Mau banyak gimana orang artikel yang terbit aja cuma tiga biji hehehe.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url